Tak jarang muncul dilema ketika rezeki datang: apakah lebih utama memberangkatkan orang tua terlebih dahulu atau melaksanakan ibroh untuk diri sendiri? Pertanyaan ini seringkali menjadi pertimbangan serius, mengingat pentingnya berbakti kepada orang tua sekaligus kewajiban ibadah pribadi. Artikel ini akan mengupas tuntas pandangan syariat Islam mengenai prioritas umroh, agar Anda dapat membuat keputusan yang tepat dan penuh berkah.
Umroh dalam Perspektif Syariat Islam
Sebelum membahas prioritas, penting untuk memahami kedudukan ibadah umroh dalam Islam.
Hukum Umroh: Wajib atau Sunnah?
Para ulama memiliki pandangan berbeda mengenai hukum umroh. Sebagian ulama berpendapat bahwa umroh hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), sementara sebagian lainnya menganggapnya wajib bagi yang mampu, seperti halnya haji. Meskipun tidak seketat kewajiban haji yang merupakan rukun Islam kelima, umroh memiliki keutamaan yang besar, bahkan
Rasulullah SAW bersabda, "Iringilah antara haji dan umroh karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana api menghilangkan karat besi." (HR. Tirmidzi).
Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua (Birrul Walidain)
Islam sangat menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua (birrul walidain).
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, "Dan Tuhanmu telah memerintahkan, agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya." (QS. Al-Isra: 23).
Berbakti kepada orang tua adalah salah satu amalan yang paling dicintai Allah SWT, bahkan disebut setelah shalat tepat waktu dan sebelum jihad di jalan Allah. Ridha Allah SWT bergantung pada ridha kedua orang tua, dan kemurkaan Allah SWT ada pada kemurkaan orang tua. Ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia, bahkan Nabi Muhammad SAW mengulanginya tiga kali ketika ditanya siapa yang paling berhak mendapatkan kebaikan.
Mana yang Didahulukan: Diri Sendiri atau Orang Tua?
Dilema ini adalah hal yang wajar. Berikut beberapa pertimbangan berdasarkan pandangan ulama dan prinsip syariat:
Jika Umroh Adalah yang Pertama Bagi Anda
Jika Anda belum pernah menunaikan umroh dan memiliki kemampuan finansial, sebagian ulama berpendapat bahwa lebih utama mendahulukan diri sendiri. Ini didasarkan pada kaidah fiqih bahwa seseorang yang memiliki tanggungan kewajiban (walaupun dalam konteks umroh dianggap sunnah muakkadah atau wajib bagi yang mampu) lebih utama menunaikan kewajibannya sebelum mendahulukan orang lain. Menunaikan umroh bagi diri sendiri juga merupakan kebutuhan spiritual pribadi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jika Orang Tua Belum Pernah Umroh
Apabila orang tua Anda belum pernah menunaikan umroh dan mereka memiliki keinginan yang kuat, serta keterbatasan finansial atau fisik, maka mendahulukan mereka adalah bentuk bakti yang sangat mulia dan dianjurkan. Memberangkatkan orang tua bisa menjadi amal jariyah yang mendatangkan pahala besar bagi anak. Tidak ada larangan dalam hukum Islam untuk memprioritaskan umroh bagi orang tua sebelum diri sendiri, bahkan ini adalah amalan yang sangat mulia.
Pertimbangan Kondisi Finansial dan Kesehatan
Kondisi finansial dan kesehatan memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan.
- Jika memiliki rezeki lebih:Jika Anda memiliki rezeki yang cukup untuk memberangkatkan keduanya atau lebih, maka tidak ada keraguan untuk memberangkatkan orang tua bersama atau setelah Anda. Prioritaskan orang tua jika mereka sangat menginginkannya.
- Jika rezeki terbatas: Apabila rezeki terbatas dan hanya cukup untuk satu orang, maka pertimbangkan niat Anda. Jika Anda belum pernah umroh dan menganggapnya sebagai kebutuhan spiritual, Anda dapat mendahulukan diri sendiri. Namun, berkah mendahulukan orang tua juga tidak bisa diremehkan.
- Kondisi kesehatan orang tua: Jika orang tua sudah lansia atau dalam kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk menunda lebih lama, memprioritaskan mereka adalah pilihan yang sangat bijak.
Keutamaan dan Hikmah di Balik Pilihan
Berkah Mendahulukan Orang Tua
Banyak testimoni dari jamaah yang menceritakan keberangkatan mereka karena berkah dari memprioritaskan keberangkatan orang tua terlebih dahulu. Ada kisah di mana seorang anak yang mengumrohkan orang tuanya justru mendapat rezeki tak terduga untuk bisa ikut berangkat umroh. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT akan membalas kebaikan hamba-Nya yang berbakti kepada orang tua.
Pentingnya Niat yang Ikhlas
Apapun pilihan yang Anda ambil, niat yang ikhlas adalah yang terpenting. Niatkan untuk berbakti kepada orang tua, atau untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Tips Memutuskan
Untuk membantu Anda mengambil keputusan, pertimbangkan hal-hal berikut:
- Musyawarah dengan Keluarga: Diskusikan secara terbuka dengan orang tua dan keluarga mengenai keinginan dan kondisi masing-masing.
- Pertimbangkan Kemampuan Finansial: Jujur dengan kemampuan finansial Anda. Jangan memaksakan diri hingga menimbulkan kesulitan di kemudian hari.
- Perhatikan Kondisi Kesehatan Orang Tua: Jika orang tua sudah sepuh atau sakit, pertimbangkan untuk memberangkatkan mereka selagi masih mampu secara fisik.
- Niat yang Tulus: Mantapkan niat Anda, apakah untuk memenuhi panggilan Allah, berbakti kepada orang tua, atau keduanya.
- Mohon Petunjuk Allah: Lakukan shalat istikharah untuk memohon petunjuk terbaik dari Allah SWT.
Kesimpulan
Prioritas umroh antara diri sendiri atau orang tua adalah keputusan personal yang melibatkan pertimbangan syariat, kondisi finansial, dan niat yang tulus. Islam sangat menjunjung tinggi berbakti kepada orang tua, dan mendahulukan mereka dalam ibadah umroh adalah amalan yang sangat mulia. Namun, jika Anda belum pernah umroh dan memiliki kemampuan, mendahulukan diri sendiri juga bisa menjadi pilihan. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan upaya terbaik untuk memenuhi hak Allah dan hak orang tua. Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah kita menuju Baitullah.

