Pertanyaan apakah harus ke Mekah dulu atau Madinah dulu saat menunaikan ibadah umroh seringkali muncul di benak calon jamaah. Kedua kota suci ini memiliki keutamaan masing-masing dan merupakan destinasi utama dalam perjalanan spiritual seorang Muslim. Memahami urutan yang tepat tidak hanya membantu kelancaran ibadah, tetapi juga memastikan kesesuaian dengan syariat. Artikel ini akan mengupas tuntas panduan lengkap mengenai pilihan urutan perjalanan umroh Anda.

Pilihan Urutan Perjalanan Umroh: Mekah Dulu atau Madinah Dulu?

Secara syariat, tidak ada kewajiban mutlak untuk memulai perjalanan umroh dari Mekah terlebih dahulu atau sebaliknya dari Madinah. Kedua opsi ini sah dan sering dilakukan oleh jamaah, tergantung pada preferensi, rute penerbangan, dan paket travel yang dipilih. Yang terpenting adalah memahami konsekuensi dari setiap pilihan, terutama terkait dengan ihram dan miqat.

Opsi 1: Mekah Dulu, Baru Madinah

Ini adalah urutan yang paling umum dan sering dipilih oleh banyak jamaah, terutama mereka yang terbang langsung ke Jeddah.

  • Kedatangan: Jamaah biasanya tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) di Jeddah.
  • Ihram dan Miqat: Jika memilih opsi ini dan datang dari Indonesia, jamaah harus sudah berihram dari pesawat saat melintasi miqat Qarnul Manazil atau Yalamlam. Kru pesawat biasanya akan memberikan pengumuman sebelum melintasi miqat agar jamaah dapat bersiap. Beberapa ulama dan Kementerian Agama RI juga condong pada pendapat bahwa Jeddah dapat menjadi alternatif miqat makani bagi mereka yang tidak langsung berihram saat melewati miqat utama karena memiliki tujuan lain di Jeddah, namun sangat dianjurkan untuk tetap berihram di pesawat saat sejajar miqat.
  • Pelaksanaan Umroh: Setelah berihram, jamaah langsung menuju Mekah untuk melaksanakan rangkaian ibadah umroh (Tawaf, Sa'i, Tahallul). Ini memungkinkan jamaah untuk segera merasakan atmosfer ibadah di Masjidil Haram dan memperbanyak ibadah.
  • Perjalanan ke Madinah: Setelah selesai ber umroh biasanya jamaah melakukan ziarah ke beberapa lokasi di makkah dan untuk memaksimalkan ibadah, Selepas itu jamaah dapat melanjutkan perjalanan ke Madinah untuk berziarah ke Masjid Nabawi, makam Rasulullah SAW, Raudhah, dan tempat-tempat bersejarah lainnya.
  • Keuntungan: Memungkinkan jamaah untuk segera menyelesaikan rukun umroh. Setelah itu, jamaah bisa beribadah di Madinah dengan lebih santai tanpa beban ihram.

Opsi 2: Madinah Dulu, Baru Mekah

Opsi ini juga banyak dipilih, terutama oleh jamaah yang ingin berziarah ke Madinah terlebih dahulu sebelum melaksanakan umroh.

  • Kedatangan: Jamaah bisa tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (PRINCE MOHAMMAD BIN ABDULAZIZ INTERNATIONAL AIRPORT) di Madinah atau tiba di Jeddah dan langsung melanjutkan perjalanan darat ke Madinah. Proses imigrasi di Bandara Madinah cenderung lebih cepat dan mudah karena jumlah penerbangan umroh tidak sebanyak di Jeddah.
  • Ziarah di Madinah: Setelah tiba di Madinah, jamaah dapat berziarah dan beribadah di Masjid Nabawi, mengunjungi makam Rasulullah SAW, Raudhah, Jabal Uhud, dan tempat bersejarah lainnya tanpa harus berihram. Beribadah di Masjid Nabawi sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan shalat seribu kali lipat dibandingkan masjid lain, kecuali Masjidil Haram.
  • Ihram dan Miqat: Ketika akan bertolak dari Madinah menuju Mekah untuk umroh, jamaah wajib berihram dari miqat Dzul Hulaifah, yang lebih dikenal sebagai Bir Ali. Masjid Bir Ali menyediakan fasilitas lengkap untuk persiapan ihram.
  • Pelaksanaan Umroh: Setelah berihram dari Bir Ali, jamaah melanjutkan perjalanan ke Mekah dan melaksanakan rangkaian ibadah umroh.
  • Keuntungan: Memberikan kesempatan kepada jamaah untuk beribadah dan berziarah di Madinah dengan lebih tenang tanpa terikat oleh larangan ihram. Persiapan ihram dapat dilakukan secara lebih matang di Madinah sebelum berangkat ke Mekah. Selain itu, jamaah dapat beradaptasi dan beristirahat lebih dulu di Madinah yang suasananya lebih tenang sebelum menghadapi kepadatan di Mekah.

Memilih Urutan yang Tepat untuk Anda

Keputusan mengenai urutan perjalanan umroh sangat personal. Pertimbangkan beberapa faktor berikut:

  • Kenyamanan Fisik: Jika Anda ingin segera menyelesaikan rukun umroh dan kemudian berziarah dengan santai, opsi Mekah dulu mungkin lebih cocok. Jika ingin beradaptasi terlebih dahulu dan beribadah tanpa ihram sebelum melaksanakan umroh, Madinah dulu bisa menjadi pilihan karena memungkinkan tubuh lebih siap menjalani ibadah umroh tanpa kelelahan berlebihan.
  • Rute Penerbangan: Paket travel seringkali menawarkan rute yang sudah ditentukan. Jika penerbangan mendarat di Jeddah, Mekah dulu lebih praktis. Jika mendarat di Madinah, Madinah dulu lebih efisien dan menghemat waktu perjalanan darat hingga 6-8 jam.
  • Kondisi Jamaah: Bagi jamaah lansia atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, beradaptasi di Madinah terlebih dahulu mungkin lebih nyaman sebelum menghadapi kepadatan di Mekah saat umroh.

Tips Penting untuk Perjalanan Umroh Anda

Apapun pilihan urutan Anda, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan:

Persiapan Fisik dan Mental

Pastikan tubuh dalam kondisi prima. Latihan fisik ringan dan persiapan mental spiritual sangat penting untuk kelancaran ibadah.

Pemilihan Paket Travel yang Sesuai

Pilihlah biro travel yang terpercaya dan sesuai dengan preferensi urutan perjalanan Anda. Tanyakan detail rute, akomodasi, dan bimbingan ibadah. Bagi yang ingin umroh mandiri tanpa travel, perlu persiapan matang untuk visa, tiket, dan akomodasi.

Memahami Fiqih Umroh

Pelajari dengan seksama tata cara umroh, termasuk rukun (ihram, tawaf, sa'i, tahallul), wajib, dan sunnahnya, serta larangan-larangan saat ihram. Pemahaman yang baik akan membuat ibadah lebih khusyuk dan sah.

Perlengkapan yang Tepat

Siapkan perlengkapan ibadah dan pribadi yang memadai, termasuk pakaian ihram, alas kaki yang nyaman, dan obat-obatan pribadi jika diperlukan.

Kesimpulan

Baik memulai perjalanan umroh dari Mekah maupun Madinah, kedua pilihan tersebut sah dan memiliki keutamaan masing-masing. Yang terpenting adalah niat yang tulus, persiapan yang matang, dan pelaksanaan ibadah sesuai dengan tuntunan syariat. Semoga perjalanan umroh Anda diterima Allah SWT dan membawa keberkahan. Selamat menunaikan ibadah umroh!