Bagi umat Muslim, ibadah umroh adalah perjalanan spiritual yang sangat dinantikan. Namun, seringkali muncul pertanyaan mengenai rute perjalanan: sebaiknya ke Makkah dulu atau Madinah dulu? Meskipun rukun umroh harus dilaksanakan di Makkah, banyak biro perjalanan dan jamaah yang kini memilih untuk mengawali perjalanan mereka di kota Madinah yang penuh berkah. Keputusan ini bukan tanpa alasan, melainkan dilandasi oleh berbagai keutamaan spiritual dan pertimbangan logistik yang signifikan. Artikel ini akan mengupas tuntas alasan di balik pilihan populer ini dan mengapa mengunjungi Madinah terlebih dahulu dapat memperkaya pengalaman ibadah Anda.
Keutamaan dan Alasan Utama Mengunjungi Madinah Terlebih Dahulu
Memulai perjalanan umroh dari Madinah menawarkan sejumlah keutamaan yang mendalam, baik dari sisi spiritual maupun kesiapan fisik dan mental.
Menziarahi Makam Rasulullah SAW dan Para Sahabat
Salah satu alasan paling utama adalah kesempatan untuk berziarah ke Masjid Nabawi dan makam Rasulullah Muhammad SAW. Berada di Masjid Nabawi dan berziarah ke makam Nabi, Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Sayyidina Umar bin Khattab memberikan pengalaman spiritual yang mendalam dan kesempatan untuk menghadirkan kecintaan serta penghormatan kepada beliau. Ini adalah bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sebelum memulai rangkaian ibadah umroh yang lebih intens.
Meningkatkan Spiritual dan Persiapan Hati
Madinah dikenal sebagai kota yang penuh kedamaian dan ketenangan. Suasana Madinah yang lebih tenang dibandingkan Makkah menjadikannya tempat yang sempurna untuk persiapan ibadah umroh, baik dari sisi mental maupun fisik. Jamaah dapat memanfaatkan waktu di Madinah untuk bermunajat, memohon ampunan, serta menyiapkan hati sebelum melaksanakan ibadah umroh di Makkah. Ketenangan spiritual yang dirasakan di Masjid Nabawi dapat membantu jamaah menjalani rangkaian ibadah umroh dengan lebih khusyuk.
Keutamaan Shalat di Masjid Nabawi
Keuntungan lain yang luar biasa adalah keutamaan shalat di Masjid Nabawi. Rasulullah SAW bersabda,
“Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram.”
Kesempatan untuk shalat berjamaah di Raudhah, yang disebut sebagai taman surga di antara rumah dan mimbar Rasulullah, juga merupakan momen yang sangat dinantikan dan penuh berkah. Banyak jamaah yang berharap dapat merasakan kemakmuran surgawi serta keberkahan yang melimpah dengan shalat dan berdoa di Raudhah.
Mendapatkan Ketenangan Sebelum Puncak Ibadah
Memulai di Madinah memungkinkan jamaah untuk beradaptasi dengan lingkungan, cuaca, dan zona waktu tanpa langsung menghadapi hiruk pikuk ibadah di Makkah yang lebih padat. Hal ini membantu mengurangi rasa lelah akibat perjalanan udara yang panjang dan memungkinkan jamaah untuk memulihkan tenaga sebelum puncak ibadah di Makkah.
Destinasi Penting di Madinah Selain Masjid Nabawi
Selain Masjid Nabawi, Madinah juga kaya akan situs-situs bersejarah Islam yang patut dikunjungi untuk memperkaya wawasan dan spiritualitas.
Jabal Uhud: Saksi Sejarah Islam
Jabal Uhud adalah bukit terbesar di Madinah yang menjadi saksi bisu peristiwa Perang Uhud yang bersejarah dalam Islam. Mengunjungi tempat ini mengingatkan jamaah akan perjuangan dan pengorbanan para sahabat.
Masjid Quba: Masjid Pertama dalam Sejarah Islam
Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam oleh Rasulullah SAW ketika pertama kali tiba di Madinah setelah hijrah dari Makkah. Shalat dua rakaat di Masjid Quba memiliki keutamaan seperti pahala umrah.
Masjid Qiblatain: Dua Kiblat dalam Satu Shalat
Masjid Qiblatain adalah masjid bersejarah di mana perintah pemindahan arah kiblat dari Masjidil Aqsa ke Ka'bah di Makkah diterima oleh Rasulullah. Ini menjadi simbol ketaatan umat Islam terhadap perintah Allah.
Logistik dan Kenyamanan Perjalanan
Selain aspek spiritual, ada juga pertimbangan praktis yang membuat rute Madinah-Makkah menjadi pilihan menarik.
Kemudahan Akses Penerbangan dan Proses Imigrasi
Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah umumnya lebih tenang dan tidak sepadat Bandara King Abdulaziz di Jeddah. Proses imigrasi dan bagasi cenderung lebih cepat, mengurangi antrean panjang setelah perjalanan jauh.
Penyesuaian Diri dengan Lingkungan dan Cuaca
Dengan mendarat di Madinah terlebih dahulu, jamaah memiliki waktu untuk beradaptasi dengan perubahan cuaca dan lingkungan Arab Saudi sebelum menghadapi suhu yang lebih panas di Makkah. Ini sangat membantu menjaga stamina, terutama bagi lansia dan anak-anak.
Tips Penting untuk Umroh dengan Rute Madinah Dulu
- Perencanaan Matang: Pastikan biro perjalanan Anda menawarkan paket umroh dengan pendaratan awal di Madinah.
- Maksimalkan Waktu di Madinah: Manfaatkan setiap momen untuk beribadah di Masjid Nabawi dan berziarah ke situs-situs bersejarah dengan fisik yang masih prima.
- Fokus pada Niat: Meskipun di Madinah belum memulai ihram untuk umroh, gunakan waktu ini untuk memperkuat niat dan mempersiapkan batin menuju Makkah.
Kesimpulan
Memilih untuk mengawali perjalanan umroh di Madinah terlebih dahulu adalah keputusan yang didasari oleh berbagai keuntungan, baik spiritual maupun praktis. Mulai dari menziarahi makam Rasulullah SAW, merasakan ketenangan spiritual, meraih keutamaan shalat di Masjid Nabawi, hingga kemudahan logistik dan adaptasi, semuanya berkontribusi pada pengalaman ibadah yang lebih khusyuk dan bermakna. Rute ini memberikan kesempatan bagi jamaah untuk mempersiapkan hati dan fisik dengan optimal sebelum melangkah ke puncak ibadah umroh di Makkah, menjadikannya pilihan cerdas bagi banyak calon tamu Allah.

